Aside

ganbatte

2 Mar

How to write ganbatte:
頑張って (がんばって)
Ganbatte: Do your best
The word ganbatte stems from the verb ganbaru:
頑張る (がんばる)
Ganbaru: To do one’s best
Here are some other ways to use this handy verb:
頑張ります (がんばります)
Ganbarimasu: I do my best
頑張れ (がんばれ)
Ganbare : Do your best
頑張ってください (がんばって ください)
Ganbatte Kudasaio your best, please. (formal)
頑張った (がんばった)
Ganbatta : I did my best
頑張りました (がんばりまし た)
Ganbarimashita: I did my best (formal)
頑張れます (がんばれます)
Ganbaremasu : I can do my best
頑張れる (がんばられる)
Ganbareru : I am able to do my best
頑張っています (がんばってい ます)
Ganbatteimasu: I am doing my best
頑張りたい (がんばりたい)
Ganbaritai : I want to do my best
頑張っていた (がんばってい た)
Ganbatteita: I was doing my best
頑張らなかった (がんばらな かった)
Ganbaranakatta: I did not do my best
頑張りなさい (がんばりなさ い)
Ganbarinasai: you had better do your best
頑張ってくれ (がんばってく れ)
Ganbatekure: do your best for me

Advertisements
Aside

Ganbatte!

2 Mar

How to write ganbatte:
頑張って (がんばって)
Ganbatte: Do your best
The word ganbatte stems from the verb ganbaru:
頑張る (がんばる)
Ganbaru: To do one’s best
Here are some other ways to use this handy verb:
頑張ります (がんばります)
Ganbarimasu: I do my best
頑張れ (がんばれ)
Ganbare : Do your best
頑張ってください (がんばって ください)
Ganbatte Kudasaio your best, please. (formal)
頑張った (がんばった)
Ganbatta : I did my best
頑張りました (がんばりまし た)
Ganbarimashita: I did my best (formal)
頑張れます (がんばれます)
Ganbaremasu : I can do my best
頑張れる (がんばられる)
Ganbareru : I am able to do my best
頑張っています (がんばってい ます)
Ganbatteimasu: I am doing my best
頑張りたい (がんばりたい)
Ganbaritai : I want to do my best
頑張っていた (がんばってい た)
Ganbatteita: I was doing my best
頑張らなかった (がんばらな かった)
Ganbaranakatta: I did not do my best
頑張りなさい (がんばりなさ い)
Ganbarinasai: you had better do your best
頑張ってくれ (がんばってく れ)
Ganbatekure: do your best for me

Lyrics Chelsy チェルシー I will (OST Ao Haru Ride)

11 Jan

Artist: Chelsy

Title: I Will

OST Anime: Ao Haru Ride (Blue Spring Ride)

Japanese Lyric


下り坂 踏切まで

あたしは夢中で走った
この恋を遮るように
電車は過ぎ去った
遠い日の記憶 海の輝き
季節は巡る
飛行機雲に目を細めて
小さく揺れた向日葵
サヨナラも言えないまま
ほんの数ミリの 隙間でそっと
くすぐる痛み
真夏に消えた花火が
涙の先に映れば
I will
きっと思い出すわ
あなたに届け この場所で
あたしは待っている
返事ならいらないよと
嘘つきね あたし
砂浜にひとり しゃがみ込んだら
冷たく明日を
また予感させてしまうのに
下り坂 踏切まで
あたしは夢中で走った
この恋を遮るように
電車は過ぎ去った
遠い日の記憶 海の輝き
季節は巡る
飛行機雲に目を細めて
小さく揺れた向日葵
サヨナラも言えないまま
ほんの数ミリの 隙間でそっと
くすぐる痛み
真夏に消えた花火が
涙の先に映れば
I will
きっと思い出すわ
あなたに届け この場所で
あたしは待っている
返事ならいらないよと
嘘つきね あたし
砂浜にひとり しゃがみ込んだら
冷たく明日を
また予感させてしまうのに
水平線の向こうに
ゆっくりと 沈んでいく
泣いてしまえば 少しだけ
素直になれる
触れた指先がふいに
ほどけてゆく 寂しさに
I will
そっと 目を閉じるの
あなたに届け この場所で
あたしは待っている
小さく揺れた向日葵
あの日のままのあたしは
伸びた前髪も 認めたくない
何も変わってない
風の音に振り返る
今日もまだ見つけられない
I will
そっと願ってみる
あなたに届け この場所で
あたしは待っている

Romaji Lyric
kudarizaka fumikiri made watashi wa muchuu de hashitta
kono koi wo saegiru you ni densha wa sugisatta
tooi hi no kioku umi no kagayaku
kisetsu wa meguru hikoukigumo ni me wo hosomete
chiisaku yureta himawari sayonara mo ienai mama
honno suu miri no sukimade sotto kusuguru itami
manatsu ni kieta hanabi ga namida no saki ni utsureba
i will kitto omoi dasu wa
anata ni todoke kono basho de
atashi wa matteiru
henji nara iranai yo to usotsuki na atashi
sunahama ni hitori shagamikomu kara
tsumetaku ashita o mata yokan saseteshimau no ni
suiheisen no mukou ni yukkuri to shizundeyuku
naiteshimaeba sukoshi dake sunao ni nareru
fureta yubisaki ga fui ni hodoketeyuku samishisa ni
I will sotto me o tojiru no
anata ni todoke kono basho de
watashi wa matteiru
chiisaku yureta himawari
ano hi no mama no atashi wa
nobita maegami mo mitometakunai
nanimo kawattenai
kaze no oto ni furikaeru kyou mo mada mitsukerarenai
i will sotto negattemiru
anata ni todoke kono basho de
watashi wa matteiru

English Lyric


I ran in a daze until I reached the bottom of this descent,
But the train was already leaving, as if marking a divide between this love.
Memories of far off days and the sparkling of the sea;
That season comes around again and I’m squinting up at the vapor trails.
That gently swaying sunflower still can’t say its goodbyes,
Still feeling a twinge of pain in the space of just one millimeter.
If those summer fireworks that disappeared can be reflected where these tears fall,
I will surely remember,
And let you know,
That I’m right here waiting.
I told you I didn’t need an answer, making a liar of myself,
So I go to collapse into a ball upon the beach,
Even though I’m just giving in to defeated thoughts of what tomorrow will hold.
What can be seen beyond the horizon is slowly sinking;
If I could just cry right now, I’d become a little more honest with myself…
When our fingers touched, this loneliness suddenly came unraveled,
So I will gently close my eyes,
And let you know,
That I’m right here waiting.
That gently swaying sunflower: how I was on that very day.
I don’t want to accept that my bangs have grown this long…
‘Cause nothing has changed at all!
I turn back at the sound of the wind, but you’re still nowhere to be found,
So I will make a quiet wish,
And let you know,
That I’m right here waiting.

Indonesian Lyric

Kuberlari sampai kucapai dasar turunan ini,
Tapi keretanya telah pergi, seolah-olah tandai perbedaan jarak cinta ini.
Kenangan hari-hari dahulu kala dan berkilaunya lautan.
Musim itu datang lagi dan kusipitkan mata karena uapan jalan.
Bunga matahari dengan berlembayung masih tak bisa mengucapkan selamat tinggal,
Masih rasakan sengatan kepedihan di angkasa meski hanya sedikit saja.
Jika kembang api musim panas yang hilang bisa tercermin pada air mata yang jatuh ini,
Aku pasti akan mengingatnya,
Dan memberitahu mu,
Bahwa aku ada di sini menunggumu.
Kubilang tak butuh jawaban, membohongi diriku sendiri,
Jadi, aku jatuh meringkuk di pantai,
Meski aku hanya menyerah pada pikiran yang hari esok bawa.
Yang bisa dilihat di balik cakrawala secara perlahan tenggelam.
Jika ku bisa menangis sekarang, nantinya aku bisa jujur pada diriku sendiri
Ketika jari-jari kita bersentuhan, kesepian ini tiba-tiba memudar,
Jadi ku kan perlahan pejamkan mata,
Dan memberitahu mu,
Kalau aku di sini menunggumu.
Bunga matahari yang menari lembut itu, menggambarkan ku pada hari itu.
Kutak bisa menerima kalau poni rambutku tumbuh sepanjang ini…
Karena sama sekali tiada yang berubah!
Aku berbalik mendengarkan suara angin, tapi kau masih tak kutemukan,
Jadi ku akan diam-diam membuat keinginan,
Dan memberitahu mu,
Kalau aku di sini menunggumu.
10926196_840506285991691_2626319568406744108_n

Aside

Daftar Isi

12 Nov

My story

Image

img_10682.jpg

8 Sep

4th Period Mystery

8 Sep

~Sinopsis 4th Period Mystery~

Adegan dibuka dengan anak-anak SMA yang sedang menuju sekolah. Tidak jauh dari sekolah, ada Pak guru yang sedang memukuli dengan tongkat agar anak-anak sekolah itu tidak terlambat masuk ke kelas.
Adegan berganti lagi dengan pembelajaran di kelas. Seorang guru wanita sedang menceritakan sebuah cerita berbahasa Inggris sambil berjalan dari depan ke belakang. Jung Hoon (katanya sih siswa terpintar se-Korea Selatan) tidak sengaja melihat Da Jung sedang membaca buku tentang kasus pembunuhan di balik buku pelajarannya. Dilacinya juga masih ada 3 buku lain yang sejenis itu.
“Tersangka telah mencampur minumannya dengan sesuatu dan tidak ada orang yang tau. Lalu dia kesakitan dan mengeluarkan busa putih. Tiba-tiba…” Da Jung, si muka tirai (karena rambutnya nutupin mukanya kaya korden) yang sedang membaca dan membayangkan kejadian-kejadian yang ada di buku tersebut kaget mendengar suara teriakan di dalam kelasnya.
Ternyata kejadian yang ada di buku itu terjadi di kelas Da Jung. Teu In mengeluarkan busa putih dari mulutnya dan jatuh pingsan. Tentu saja semua orang di kelas itu panik. “Teu In, kenapa? Apa yang terjadi?” Jung Hoon yang kebetulan ada di dekat Teu In segera menolong.
Pak guru datang dan menyuruh Jung Hoon menelpon ambulans. Di saat semua orang sedang panik, Da Jung malah memfoto Teu In yang sedang sekarat itu. “Apakah kamu tidak pernah melihat orang pingsan?” pak guru kesal karena bukannya membantu malah memfoto. Tapi Da Jung tidak peduli, dia tetap meneruskan kegiatan memfotonya.
4th Period Mystery
Di belakang, Tae Guk kaget dan shock melihat sebuah botol minuman yang tadi diminum Teu In.
2 minggu kemudian…
“Teu In sudah mati.” Salah satu teman sekelas Teu In mulai membicarakan kejadian yang menimpa Teu In 2 minggu yang lalu. “Benarkah? Dia benar-benar mati?” kata teman yang satunya tidak percaya. “Ya, begitulah.”. Di saat gempar-gemparnya kejadian Teu In tempo hari, Da Jung sibuk melihat foto-foto yang telah diambilnya.
Sementara itu, Jung Hoon dan temannya, Do Il sedang olahraga di lapangan. Ada dua orang cewek yang tampaknya fans Jung Hoon. “Oppa, saranghae.” Kata salah satu dari cewek itu sambil membentuk love di kepalanya.
4th Period Mystery
Jung Hoon tidak menanggapi 2 cewek itu dan melanjutkan olahraganya. Sementara, Do Il maju ke 2 cewek itu dan dengan Percaya Dirinya-nya memberi nomor telponnya kepada cewek itu. “Ini nomor teleponku, aku Do Il”. Lalu, Do Il pergi dengan gayanya yang aneh. “Aigoo, apa dia sakit? Dia terlihat seperti kecebong.”.
Da Jung pergi ke perpustakaan mengembalikan buku tentang kasus pembunuhan itu. “Menurutmu siapa yang membunuhnya?”. Da Jung dengan gayanya yang misterius mencoba menanyakan pendapat pustakawati di situ. Namun pustakawati bingung dengan pembicaraan Da Jung. “Dalam kasus Teu In.” Da Jung melanjutkan. “mengapa kau berpikir seperti itu? Kepala Sekolah dengan jelas mengatakan kalau itu bukan kasus pembunuhan.”. “Membunuh untuk menyembunyikan suatu kedudukan. (maksudnya suatu masalah).” kata Da Jung serius. “Robespierre.” kata pustakawati misterius.
4th Period Mystery
Tiba-tiba, saat Da Jung melihat ke arah yang dilihat pustakawati, Teu In muncul dengan muka yang jelek banget. “Apa yang terjadi?” Da Jung (sebenarnya) kaget, karena semua orang mengira Teu In sudah mati. “Kau gadis yang hebat, semua orang kaget melihatku.”. Da Jung pergi dari tempat itu
4th Period Mystery
Sementara itu, di saat sedang istirahat, Tae Gyu iseng memfoto celana dalam cewek yang ada di sebelahnya. Lalu cewek itu meminta bantuan kepada Jung Hoon agar Tae Gyu menghapus gambar itu. “Hapus gambarnya.” Kata Jung Hoon cool banget. “Apa?”. “Aku bilang hapus gambarnya.”. Tae Gyu tidak mau menghapus gambar itu.
4th Period Mystery
Dan akhirnya terjadilah perkelahian antara Tae Gyu si troublemaler dan Jung Hoon cowok terpintar se-Korea.
Pak guru datang dan mengetahui perkelahian tersebut. Akhirnya, Jung Hoon dan Tae Gyu dihukum membersihkan kelas. Jung Hoon 1 minggu dan Tae gyu 1 tahun.
Esoknya, di ruang kepala sekolah sedang diadakan rapat. (gurunya satu sekolahan Cuma ada 4 :D). “Aigoo, bukankah kita hampir saja tidak bisa menyelamatkan Teu In yang sedang sekarat pada saat itu? Untung aku punya dokter yang bisa tutup mulut masalah ini. Dan aku bilang pada dokter itu kalau Teu in alergi buah persik. Tapi bagaimana bisa seorang siswa meminum minuman yang mengandung racun di sekolah. Apa ini tidak berarti seseorang memiliki dendam dan ingin membunuhnya?”. Kepala sekolah marah besar. “Aku akan menyelidikinya sampai menemukan pelakunya.” Kata guru yang tadi menghukum Jung Hoon. “Baiklah, lakukan dengan baik dan apa kau tahu ini hari apa? Hari ini komisaris sekolah akan datang. Dan kalau sampai ada masalah, sekolah ini akan ditutup.”
Adegan berganti ke pembelajaran di kelas. Jung Hoon menerima pesan dari seseorang. “Apakah kau mengintip?” (adegan ini nggak aku tulis soalnya ada Kang Sora lagi renang :D). “Lee Da Jung?”. Jung Hoon heran, karena tidak biasanya Da Jung SMS. “Apakah kau bersama orang lain. Apa kau menikmatinya?”. “Aku tidak mengintip, aku hanya melihat (sama aja kalii). Dan aku tidak menikmatinya.”.
Saat mengirim SMS itu, Pak guru ternyata ada di depannya dan tahu kalo Jung Hoon sedang SMS-an. Pak guru mengambil HP Jung Hoon. “Ada apa denganmu akhir-akhir ini. Kemarin berkelahi, sekarang SMS-an di kelas.” Di belakang, Tae gyu tersenyum licik.
Pada saat kelas Jung Hoon jam olahraga, Jung Hoon masih di kelas karena menerima hukuman dari guru tadi. Selain Jung Hoon, juga ada Tae Gyu. Tae Gyu mulai mendekati Jung Hoon dan menggodanya. Jung Hoon berbalik menatap Tae Gyu sadis. Lalu kembali menghadap depan.
“Apa kau ingin membunuhku?”. Lalu Tae gyu mengeluarkan pisau lipat dari sakunya dan menancapkannya di meja. Jung Hoon yang sudah tersulut emosi mengambil pisau itu dan mengancam Tae Gyu.
“Jung Hoon oppa.” Ternyata salah satu dari 2 cewek yang ngefans sama Jung Hoon melihat kejadian itu dan lari. Lalu, Jung Hoon pergi dari kelas.
4th Period Mystery
Tae Gyu sedang sendirian di kelas. Tiba-tiba, dari arah belakang, ada seseorang yang menyelinap masuk ke kelas. Lalu, dia menutup mulut Tae Gyu dan menusuk perut tae Gyu beberapa kali. (suaranya bikin ngeri cring, cring, cring :D).
Jung Hoon kembali ke kelas. Dia kaget saat melihat tae gyu yang berlumuran darah. Tadinya, Jung Hoon mengira Tae gyu hanya mengerjainya. Tapi setelah di pegang, ternyata tae Gyu memang beneran mati.
Jung Hoon menemukan pisau yang tadi digunakan pelaku pembunuh Tae gyu. Dan Jung Hoon mengambil pisau itu.
Pada saat itu, komisaris sudah sampai di sekolah
Da Jung masuk ke kelas dan mendapati Jung Hoon sedang memegang pisau itu. “Bukan aku yang membunuhnya.” Da Jung melihat ke arah Jung Hoon lalu tersenyum tipis.
4th Period Mystery
Kemudian, Da Jung menutup pintu dan korden di kelas itu. “Bukan aku yang membunuhnya.” Jung Hoon bingung. “Aku tahu.” Da Jung tersenyum. “Kamu tahu? Baiklah aku akan telpon 119 (polisi).”.
Da Jung merebut HP Jung Hoon dan menamparnya. “Apa yang kau lakukan?” Jung Hoon bingung karena Da Jung menamparnya. “Kau adalah tersangka utama dalam pembunuhan Tae Gyu.”
Sementara itu, komisaris mulai berkeliling di sekolah.
Da Jung mengeluarkan kotak yang berisi alat-alat seperti detektif. Dia mulai bekerja untuk menemukan sidik jari.
“Ini sidik jarimu.” Da Jung berjalan ke arah kotak itu dan mengambil kamera. Dia mulai memfoto kejadian itu, termasuk Jung Hoon. “Ku dengar kau baru saja berkelahi dengan Tae Gyu.”.. “Ya, tapi tidak benar-benar berkelahi.”
“Sekarang kau harus memutuskan mau dianggap tersangka dan dipenjara atau bergabung denganku menemukan pembunuh yang sebenarnya dalam waktu 40 menit.” Da Jung berjalan mondar-mandir. “bagaimana bisa kita bisa menemukan pembunuhnya jika kita tidak tahu siapa pembunuhnya. Lagipula kau juga bukan seorang detektif. Bagaimana aku bisa percaya padamu?” Jung Hoon merasa itu tidak mungkin.
4th Period Mystery
“Dengar. Pembunuhnya tahu akan ada darah, jadi memakai jas hujan dan sepatu siswa. Lalu dia mendekati Tae Gyu dari belakang, menutup mulutnya dan menikam dadanya, dan agar keliahatan kau yang melakukan, dia menusuk beberapa kali di bagian depan. Jadi darah memancar ke depan dan mengenai laptop di depannya. Dan aku yakin bukan kau pembunuhnya. Karena tidak ada percikan darah di bajumu.” Da jung menjelaskan panjang lebar.
“Lalu, menurutnmu dimana pembunuhnya?”.. “Si pembunuh pasti masih ada di sekolah. Kalau dia meninggalkan sekolah, pasti dia akan menjadi tersangka. Mungkin seseorang yang tahu kau berkelahi dengan Tae gyu.” Lanjut Da jung.
“Oh berarti si pembunuh tidak akan membuang jas hujan dan sepatunya di sekitar sini, kan?” Jung Hoon mulai sumringah. “tampaknya kau mulai berpikir. Jadi bagaimana? Menemukan pembunuh dalam 40 menit?”. “Oke mari kita sama-sama mencari pembunuhnya.”. “Cepat ganti baju dan cuci.”. “cuci?”. Lalu Jung Hoon melihat tangannya. “oh, baiklah.”
Jung Hoon kembali ke kelas dan mendapati Da jung mengikat rambutnya. Ternyata di balik rambut tirainya, Da Jung adalah wanita yang sangat cantik. (terpesona ni ceritanya :D). “Waktu kita kurang dari 40 menit dan kita membutuhkan nomor telpon semua siswa.”. “Lalu…lab komputer?”
4th Period Mystery
Jung Hoon dan Da Jung pergi ke lab komputer. Ternyata lab-nya terkunci. “Sebentar.” Da jung melepas kalungnya dan mulai mencoba membuka pintu tersebut. Dan akhirnya terbuka. “Dari mana kau mempelajarinya?”. “Rahasia dong..” (aduh senyumnya manis banget :D)
4th Period Mystery
Da Jung segera menyalakan komputer. Ternyata komputer itu ada passwordnya. “Sebentar..” Jung Hoon mulai mengingat-ingat.
-Flashback-
Pada saat sebelum terjadi pembunuhan (Tae Gyu di kelas sendirian), Jung Hoon ada di kamar mandi sedang mencuci tangannya. Lalu datanglah guru yang menghukum Jung Hoon. Jung Hoon melihat gantungan kunci yang bertuliskan ROTC29..
-Flashback end-
“Coba ROTC29.”. Dajung mulai mengetik. “Bingo.”. Dia segera mengcopy semua daftar kontak siswa ke Hpnya Da Jung.
Mereka berdua sudah sampai di kelas lagi. Da jung mulai mengirim SMS ke siswa satu sekolah. “Aku akan mengirim SMS ke semua siswa di kelas. Aku membuat agar semua siswa mengira yang mengirimkannya adalah komisaris sekolah. Tidak ada yang tahu nomorku, kan?”..
SMS saya bila ada guru atau siswa yang terlambat masuk ke kelas. Ini inspeksi sekolah. Komisaris Sekolah.
Semua siswa mulai menerima sms itu. Da Jung dan Jung Hoon mulai mengira-ngira apa yang terjadi jika yang melakukan pembunuhan adalah siswa atau guru. Kemudian mereka berencana memeriksa ruang guru. Karena kemungkinan pembunuh yang lebih besar adalah guru.
Pada saat akan keluar kelas, tiba-tiba datanglah teman Da Jung dari arah pintu depan. Untuk mengalihkan perhatiannya, Da Jung mencium Jung Hoon. Dan benar saja, teman Da Jung tidak jadi masuk ke kelas dan tidak melihat Tae gyu.
Jung Hoon sampai di ruang guru. Di sana, Cuma ada seorang guru (biasanya murid-murid nyebutnya MBC). Dan Jung dan Jung Hoon membohongi MBC agar dia keluar dari ruang guru. Akhirnya, MBC keluar dan Jung Hoon mulai mencari laptop Tae gyu. Akhirnya ketemu di mejanya MBC.
4th Period Mystery
MBC mulai curiga dan kembali ke ruang guru. Setelah dicek, ternyata laptopnya sudah tidak ada. Lalu MBC berlari ke ruang kelas Jung Hoon.
Sementara itu di kelas, Jung Hoon sedang kebingungan karena file-nya sudah dihapus. Ternyata di dalam laptop itu terdapat aplikasi yang bisa mengembalikan dan mencari file yang telah dihapus. Akhirnya, ketemulah file itu. Namun, belum sempat melihat isinya, MBC sudah sampai di kelasnya.
4th Period Mystery
Salah satu fans Jung Hoon gelisah. Lalu dia mengirimkan pesan ke Do Il. Do Il yang sedang tidur menerima pesan itu. Do il kaget (itu MMS jadi ada gambar Jung Hoon). Lalu segera menuju ke kelas Jung Hoon. Di kelas Jung Hoon, Do il tidak menemukan Jung Hoon, malah menemukan Tae gyu yang telah mati, lalu dia berlari mencari Jung Hoon.
4th Period Mystery
Sementara itu, MBC dan Jung Hoon tengah berkejaran. Sampai di atap mereka (pak guru & Jung Hoon) berdebat. Lalu, dari arah belakang, Do Il memukul tengkuk pak guru dan seketika, pak guru pingsan.
Da Jung dan Jung Hoon mulai memeriksa file yang tadi dihapus. Ternyata itu adalah video perselingkuhan antara MBC dan Bu Hong Ju Hee (guru bahasa inggris). Tiba-tiba, HP MBC berbunyi. Ternyata itu adalah SMS dari bu Hong. Apakah semua baik-baik saja? (isi SMS)
Jung Hoon menduga kalau MBC yang membunuh Tae Gyu karena Tae Gyu melihat MBC dan bu Hong ke hotel dan memfoto mereka. Lalu Tae Gyu membuat ancaman kepada bu Hong dan MBC.
“Da Jung. Kita berhasil menemukan pembunuhnya dalam waktu 40 menit.” Namun muka Da Jung tidak senang, seperti ada yang mengganjal. “Baiklah, aku akan kembali ke kelas dan membuka kordennya.”.
4th Period Mystery
Setelah Jung Hoon sampai ke kelas, dia kaget karena melihat Pak Guru (yang menghukum Jung Hoon) sudah ada di samping Tae Gyu. “Apakah kau yang melakukannya Jung Hoon?” Jung Hoon shock. “Pak…”. Jung Hoon mencoba menjelaskan. “menjadi nomer 1 sulit bukan? Tidak bisa bermain dengan teman, tidak ada waktu untuk dirimu sendiri, tidak punya waktu tidur yang cukup. Aku tahu sulit menjadi harapan semua orang. “
“Anakku meninggal bertahun-tahun yang lalu, seandainya dia masih hidup, dia akan tumbuh menjadi laki-laki baik. Ini semua perbuatanku, aku yang membunuh Tae Gyu. Kau tidak salah. Kamu dan Tae Gyu berkelahi dan aku mencoba melerai.”
Lalu, sebuah kancing yang terkena darah jatuh. “Dan aku membunuh Tae Gyu, oke?” pak guru melanjutkan kata-katanya. “Jung Hoon, kau masih punya masa depan, 1 kesalahan saja bisa merusak hidupmu. Semua akan baik-baik saja sampai berakhir. Kau hanya perlu diam.” Kata Pak guru putus asa. Jung hoon shock melihat kancing itu.
Jung Hoon lari ke atap, lalu mencocokan kancing yang jatuh itu dengan kancing MBC. Ternyata tidak sama. Berarti bukan MBC yang membunuh Tae Gyu. “Aku tahu ini terlalu mudah.” Ternyata yang membuat Da Jung tidak senang adalah ini. Dia masih heran karena kasus ini terlalu mudah.
Da Jung berlari ke arah lapangan sambil membuat dugaan “jika dia ingin membuat Jung Hoon menjadi tersangka, maka dia tidak perlu menyembunyikan laptop dan ponsel. MBC mengambil laptop dan HP untuk menyembunyikan rahasianya. Berarti ada alasan lain seseorang untuk membunuh Tae Gyu.”
“Jika minuman yang diminum Teu In adalah milik Tae Gyu…”
-Flashback-
“Apa yang kau pikirkan? Ini untukmu saja” Tae Gyu memberikan botol minuman kepada Teu In. “Untukku?”
4th Period Mystery
-Flashback end-
“Jadi yang membunuh harus memiliki banyak waktu.” Da Jung mencoba menduga.
Da Jung sampai di lapangan. Dia langsung bertemu Teu In. “Teu In, aku ingin bertanya padamu.” Da Jung capek, napasnya terengah-engah. “Siapa kau?” Teu In tersenyum karena ada wanita cantik di depannya. Da Jung segera memajukan rambutnya ke depan. “Tirai?”. Teu In kaget.
“Dia (Tae Gyu) selalu berbicara tentang Sang Mi (pustakawati). Katanya dia cantik tapi menyebalkan. Dan kalau aku bertanya apakah dia (Tae gyu) tahu dengan baik, dia tertawa seperti orang gila. Aku pikir dia cantik. Dia selalu menyukai orang dengan cara yang aneh.”
-Flasback-
“Transfer uangnya besok, mengerti.” Tae Gyu sambil merebut minuman yang ada di tangan Sang Mi yang sebelumnya sudah diberi racun.
-Flashback end-
Da Jung sampai di perpustakaan. “Da Jung. Kau tampak cantik bila seperti ini. Dan bukankah ini masih jam pelajaran?” Sang Mi tersenyum. “Menurutmu siapa pembunuhnya?”. “menurutmu siapa?” Sang Mi malah balik bertanya. Tiba-tiba HP Da Jung berbunyi. Ada pesan masuk. Pak Guk Man terlambat masuk kelas hari ini dan berakhir lebih awal. Dia adalah seorang pecundang.
Tiba-tiba di belakang da Jung sudah ada Pak Guk Man. “Apa yang kau lakukan di sini? Bukankah jam pelajaran olahraga? Kau ini… Ah, apel.”Pak Guk Man mencomot apel yang dikupas Sang Mi. Da Jung melihat kancing di jas Pak Guk Man hilang satu.
Sang Mi melihat Da jung sinis campur sadis. “Da jung, menurutmu siapa yang membunuhnya?”. Pak Guk Man kaget. Apel yang ada di tangannya terjatuh. Lalu Da Jung mengangkat tangannya yang membawa kancing. “Membunuh, untuk mengamankan sebuah tahta dan berjuang untuk menutupi kejahatannya.” Bibirnya Da Jung bergetar. “Robespierre.”. Sang Mi pergi dari perpustakaan.
4th Period Mystery
Pak Guk Man mengambil pisau yang tadi digunakan untuk mengupas apel. Sementara itu, Sang Mi pergi ke atap.
-Flashback-
“Saat aku melihat ini di ruang kerja ayahku, aku masih kelas 9. Bahkan jika kau seorang mahasiswa miskin. Kenapa membuat film seperti ini? Kenapa ayahku? Hah? Dan kau memiliki keberanian untuk menunjukkannya. Kenapa kau lakukan?”
4th Period Mystery
-Flashback end-
Waktu terus berjalan, sementara itu di perpustakaan keadaan genting. Pak Guk Man mulai mempermainkan pisau di tangannya. “Apa kau tahu rasanya kesepian? Saat kau pulang hanya disambut oleh cahaya lampu. Hal ini lebih buruk di saat liburan. Kau tahu mengapa? Karena kesepianku berkurang saat mengajar di kelas. Tapi yang benar-benar membuatku tidak tahan adalah orang menganggapku bodoh.”
Pak Guk Man maju perlahan-lahan. “Pak, ini belum terlambat..” Pak Guk Man menampar Da Jung. Lalu, melanjutkan kata-katanya “Tapi suatu hari, malaikat datang di depanku. Dia selalu baik padaku, pergi menonton film denganku dan memegang tanganku. Hal ini sangat indah. Dan aku tidak bisa memaafkan anak itu (tae gyu). Aku ingin kebahagiaan ini terus berlanjut.” Pak Guk Man tersenyum licik dan bersiap-siap menusukkan pisau itu ke Da Jung.
Namun, tiba-tiba dari arah belakang, Jung Hoon berusaha untuk menghentikan. Pak Guk Man akhirnya terjatuh. Jung Hoon dan Da Jung berlari lebih dalam ke perpustakaan. Lalu, mereka masuk diantara rak-rak. Pak Guk Man berusaha mengejar.
Da Jung dan Jung Hoon berhasil bersembunyi, tapi akhirnya Pak Guk Man tahu karena naik ke atas lemari. Jung Hoon dan Da Jung berusaha menghindar, tapi, Pak Guk Man menjatuhkan buku, sehingga Jung Hoon jatuh. Pak Guk Man berusaha menahan Jung Hoon dari balik lemari, tapi Da Jung menggigit tangannya sehingga cekalannya terlepas.
Da Jung dan Jung hoon bersembunyi di ujung rak. Setelah Pak Guk Man sampai di ujung rak, Jung Hoon segera mempepet pak Guk Man ke tembok. Pak Guk Man berusaha melawan, sehingga pisaunya terkena sedikit di leher Jung hoon. “Lari…” Da Jung segera berlari ke arah luar untuk meminta pertolongan.
Pak Guk Man mengejar Da Jung. Da Jung sudah sampai di bagian depan (deket pintu keluar) perpustakaan. Namun, dia terpleset buku. Pak Guk Man siap-siap menikam Da Jung, tapi tidak kena. Dari arah belakang, Jung Hoon berusaha menahan Pak Guk Man, tapi perut sebelah kirinya kena tusuk. Pak Guk Man sudah mengangkat tangannya siap untuk menusuk Jung Hoon. Tapi bel berbunyi, jadi pak Guk Man menunda penusukannya.
Di luar, guru-guru mulai keluar dari ruang kelas. “Pak Guk Man, apa yang kau lakukan?”. Komisaris dan rombongannya ternyata sudah sampai ke perpustakaan. Pak Guk Man menangis, begitu pula dengan Jung Hoon dan da Jung. “Pak Guk Man, semua ini telah berakhir.”
4th Period Mystery
Sehabis olahraga, semua murid masuk ke kelas. Mereka kaget Tae Gyu mati dengan darah penuh di bajunya.
4th Period Mystery
Beberapa hari kemudian…

Jung Hoon sedang dirawat di rumah sakit. Walaupun di rumah sakit, dia tetap belajar J. Kemudian, Pintu terbuka,seseorang masuk ke dalam. Jung Hoon kaget melihat orang itu. Ternyata orang itu adalah Da Jung. Yang lebih mengejutkan lagi, Da Jung cantik banget. Pake rok, bawa bunga, bawa tas, apalagi rambutnya dikeriting.
4th Period Mystery
Jung Hoon terpesona. Suasananya jadi kaku. “Apa kau belajar?”. Da Jung heran kenapa masih sakit belajar. “Ya tapi tidak bisa konsentrasi. ” Da Jung mengambil buku Jung Hoon dan membuangnya ke luar. “Jadi, tidak usah saja.” Jung Hoon mengangguk. Lalu mencium Da Jung.
4th Period Mystery
“Oppa.” Cewek yang dulu diberi nomornya Do Il datang ke rumah sakit. Jung Hoon dan Da Jung tersenyum.